Gebyar HUT ke-7 Bakar 98 di Lebakpicung Parakansalak, Santunan Anak Yatim Jadi Wujud Kepedulian
Sukabumi,-Patroli web.id - Gebyar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Bakar 98 berlangsung meriah di Sekretariat Komando, Kampung Lebakpicung, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Bakar 98 untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat. Peringatan HUT kali ini tidak hanya diisi dengan hiburan, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim.
Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian keluarga besar Bakar 98 kepada anak-anak yatim di lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif karena menjadi bagian penting dari perayaan HUT yang mengedepankan nilai sosial dan kebersamaan.
Suasana acara semakin semarak dengan hadirnya hiburan musik dangdut. Anggota Bakar 98 bersama masyarakat yang hadir menikmati hiburan dalam suasana penuh keakraban setelah rangkaian kegiatan sosial dilaksanakan.
Ketua Umum Bakar 98, Ujang Saripudin, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-7 menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menunjukkan kepedulian organisasi terhadap masyarakat.
“Alhamdulillah, di usia yang ke-7 ini kami bisa berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga besar Bakar 98. Kami ingin momentum ulang tahun ini tidak hanya diisi dengan hiburan, tetapi juga dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya santunan kepada anak yatim,” ujar Ujang Saripudin.
Ia berharap Bakar 98 ke depan semakin solid dan mampu terus menghadirkan kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap Bakar 98 semakin kompak, solid dan tetap menjaga kebersamaan. Yang paling penting, kami ingin keberadaan Bakar 98 bisa memberikan manfaat dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat di Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina Bakar 98, Teddy Setiadi, SE, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gebyar HUT ke-7 tersebut.
Menurut Teddy, kegiatan santunan anak yatim merupakan bagian penting dalam peringatan ulang tahun karena menunjukkan kepedulian sosial dan kedekatan organisasi dengan masyarakat.
“Saya mengapresiasi kegiatan HUT ke-7 Bakar 98 ini. Selain menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan antaranggota, kegiatan santunan anak yatim menunjukkan bahwa Bakar 98 memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ungkap Teddy Setiadi.
Teddy juga berharap kegiatan sosial seperti tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya dilaksanakan ketika peringatan HUT.
“Saya berharap Bakar 98 semakin kompak, solid dan terus menjaga kebersamaan. Jangan hanya berkegiatan pada saat perayaan ulang tahun, tetapi kegiatan sosial dan kepedulian kepada masyarakat harus terus ditingkatkan.
Mudah-mudahan keberadaan Bakar 98 dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tuturnya.
Berdasarkan struktur organisasi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, Teddy Setiadi, SE tercatat sebagai Pembina Bakar 98. Sementara Ujang Saripudin menjabat sebagai Ketua Umum dan Duduh Suryadi sebagai Penasihat.
Dalam kepengurusan tersebut, Andi Sukmara tercatat sebagai Sekretaris dan Idris sebagai Wakil Ketua. Sejumlah Ketua Ranting juga tercantum, yakni Supandi sebagai Ketua Ranting I, Awan Ketua Ranting II, Asep Ketua Ranting III, Ace Ketua Ranting IV, Abdul Haris Ketua Ranting V dan Yusuf Nurrohman Ketua Ranting VI.
Sementara jajaran koordinator terdiri dari Asep Surahman, Asep Setiawan dan Ruslan.
Dengan mengusung semangat kebersamaan, peringatan HUT ke-7 Bakar 98 di Kampung Lebakpicung diharapkan menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan antaranggota serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Kegiatan santunan anak yatim juga menjadi pesan bahwa perayaan ulang tahun tidak hanya mengejar kemeriahan, tetapi dapat diisi dengan kegiatan yang memiliki ma'na mendalam dengan jiwa kesosialan tinggi.
Red Agus ali
Hendriayawan


